Kekuatan Tempatnya Di Dalam Hati
Muslim Qoutes - Kekuatan adalah kerja hati dan tak ada sesuatu pun yang dapat menguasai hati seorang manusia setelah Allah yang menguasai pemiliknya. Sebagaimana burung-burung terbang tinggi di angkasa raya dengan kepakan dua sayapnya, demikian pula manusia yang terbang menuju ketinggian dengan tekad dan cita-citanya, bebas dari belenggu yang mengikat tubuhnya.
Ibnu Qutaibah pernah berkata, "Seorang yang ambisius takkan rela, kecuali berada di ketinggian, bagai kobaran api yang hendak dipadamkan oleh pemiliknya, namun ia enggan dan terus menjulang ke angkasa."
Al-Imam Al-Muhaqqi, Ibnu Qayyim Al-Jauzi berkata, "Ketahuilah bahwa seorang hamba menempuh perjalanannya menuju Allah dengan hati dan semangatnya, bukan dengan fisiknya. Sesungguhnya, hakikat takwah itu ada dalam hati, bukan pada anggota tubuh."
Allah swt berfirman, 'Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengangungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya, itu timbul dari ketakwaan hati.' (Al-Hajj: 32) dan
firman-Nya, 'Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.' (Al-Hajj: 37).
Rasulullah saw. pun bersabda, 'Ketakwaan itu ada di sini (sambil menunjuk dada beliau).
Maka, orang yang cerdas melintasi jalan panjang disertai dengan semangat, kemauan yang kuat, cita-cita yang tinggi, tujuan yang murni, dan niat yang ikhlas. Namun, ada banyak orang malas yang melintasi jalan itu dengan penuh kelelahan, amal yang sangat sedikit dan perjalanan teramat berat. Mereka tidak tahu bahwa dengan tekad yang membaja dan cinta yang mendalam, kesulitan itu dapat disingkirkan dan perjalanan menjadi mudah dilalui. Melangkah maju menuju Allah hanya dapat dilakukan bila disertai dengan kemauan yang kuat, kejujuran, dan ambisi.
Seseorang yang memiliki ambisi dan kemauan kuat dapat menyusul orang yang terus bekerja tanpa ambisi dan kemauan yang kuat. Namun, jika ia memiliki ambisi dan kemauan, tentu ia akan lebih maju karena kedua sifat tersebut: ambisi dan kerja keras. Bagian inilah yang perlu dibahas secara mendetail sesuai dengan ajaran Islam, yaitu Al-Ihsan.
Petunjuk yang sempurna hanyalah petunjuk Rasulullah saw. Beliau senantiasa menepati haknya pada kedua sisi ini. Kesempurnaannya sebagai manusia dan kemauannya yang kuat membuat kelapak kakinya bengkak karena Qiyamullail yang beliau lakukan setiap malam. Puasa yang senantiasa beliau jalankan membuat para sahabatnya menduga bahwa beliau tak pernah berbuka, beliau berjihad di Jalan Allah, berinteraksi dengan sahabat-sahabatnya, dan tidak menjauh dari mereka, tak pernah meninggalkan sunnahnya serta wirid hariannya.

Post a Comment