Merajut Keharmonisan dengan Kehidupan
Muslim Quote - Bagaiman engkau memandang orang lain, ia akan memandangmu seperti itu. Bagaimana engkau menghukumi mereka, mereka akan menghukumimu demikian. Dan bagaimana engkau berbicara dengan mereka, begitulah mereka akan berbicara kepadamu; lembut atau kasar. Jadi, perilaku dan pikiranmu itulah yang memantik hati orang lain terhadapmu, atau menjauhkannya darimu. Bagaimana mungkin seseorang berambisi ingin dihormati dan banyak teman kalau punya akhlak egois, sombong, dengki, cemburu, dan sedikit kawan.? Selain itu, tidak bisa menyesuaikan perilakunya dengan perilaku orang lain (tentunya perilaku yang baik). Bahkan, ia tidak memiliki kelembutan dan toleransi yang meudahkannya berggabung dengan keluarga, kelompok, dan masyarakat. Tidaklah mungkin seseorang mewujudkan kesuksesan spiritual dan material, sedangkan ia termajinalkan dari umat manusia. Nah, di antara yang menyokong keberhasilan seseorang adalah:
- Menerima kondisi hidupnya dengan senyum dan kerelaan hati, bukan dengan kebencian dan kemuram-durjaan.
- Selalu meletakkan di depan mata: buatlah orang lain menyenangi apa yang membuatmu senang, dan buatlah orang lain membenci apa yang engkau benci.
- Selalu berbuat dan membangun setelah gagal, kendati harus memulai dari sesuatu yang kecil.
- Selalu mengerahkan tenaga dan menyelesaikan pekerjaan dengan semangat, bukan semata ketika mengincar hadiah, atau ditekan hukuman.
- Tidak membuang-buang waktu untuk impian kosong, harapan yang jauh panggang dari api, dan perbuatan yang sia-sia. Tetapi, pergunakan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu yang menghasilkan.
- Mengenal dengan baik keahlian dan segala kemungkinan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.
- Berbuat baik kepada manusia, dan memegang teguh janjinya.
- Fokus pada apa yang ada saat ini, karena perbuatan sekarang merupakan kunci masa depan.
Usaha yang dapat dilakukan untuk membuat hidup bergairah:
- Biarkan inderamu menikmati suasana di sekitarmu
Nikmatilah warna langit dan rotasinya, panorama tenggelamnya matahari, birunya langit, pemandangan bintang gemintang, dan warna-warni tetumbuhan di musim gugur. Selain itu, saksikanlah istrimu ketika menyiapkan makanan yang lezat-lezat, berilah salam pada tentanggamu yang sedang membersihkan kebun, atau bantulah ia jia memang engkau menghendaki. Mungkin juga di sekitarmu terdapat dunia binatang jinak, burung, dan serangga. Cobalah untuk menikmati merdu suaranya, indah warna bulunya, dan lincah gerakannya.
- Hindari kebiasaan mencari-cari kekurangan diri
Sebagian orang ada yang punya kebiasaan mengeluh. Mereka biasanya mencari-cari kekuarangan pada anggota tubuhnya. Sebagian mengeluh karena ada sesuatu yang aneh di lambungnya, di persendiannya, atau karena pusing, dan sebagainya. Bahkan, kendati dokter sekali pun telah menegaskan bahwa keadaannya baik-baik saja, tidak ada penyakit apa-apa.
- Bekerja itu sehat dan menjadi bagian dari pengobatan
Cintailah pekerjaanmu dan laksanakanlah dengan penuh semangat. Sebab, orang yang menanamkan dalam dirinya bahwa pekerjaan hanyalah rutinitas yang membosankan dan melelahkan (dalam kurun waktu yang lama) akan terserang jenis-jenis emosi berbahaya. Apa pun jenis pekerjaanmu, ia mendatangkan uang untuk membeli kebutuhan hidupmu.
- Buatlah perencanaan untuk masa depan
Membuat perencanaan masa depan tentu harus realistis dan rasional. Tetapi, jangan telalu lama berpikir, karena bisa membuatmu ragu dan takut. Fokuslah pada yang sedang dihadapi saat ini, karena itulah yang menjadi tangga menuju masa depan. Masa depan adalah anak dari masa kini dengan bijaksana, mantap, rajin, dan sabar, tidak diragukan lagi masa depanmu akan cemerlang.
- Qana'ah, lalu qana'ah
Ada kelompok orang yang tidak pernah puas dan ridha pada apa yang dimiliki, baik sudah banyak maupun sedikit. Bahkan, menyangkut hal-hal yang tidak bisa mengubah keadaan sekalipun, mereka tak mau berhenti menggerutu. Selain itu, tentu ada banyak hal yang menjadi tidak rasional menuntut seseorang puas dan menerima apa adanya, sehingga menumbulkan rasa malas dan kepasrahan. Jadi, sebagimana disebutkan hadits nabi, sebaik-baik perkara adalah tengah-tengahnya. Antara ambisi mengeruk kekayaan dan perasaan gagal di dunia untung-rugi. Dan di antara qana'ah yang positif dengan usaha yang bijaksana, yang menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan ruhani.
- Apakah engkau suka berbuat baik pada orng lain
Tidaklah mungkin seseorang hidup meyendiri secara total. Sepertinya ada sebagian orang yang rajin mencari kesalahan dan aib orang lain, serta mencaci persoalan yang mereka hadapi. Perilaku semacam itu menunjukkan ketidak-matangan dan pendek akal.
Adalah termasuk perilaku yang sangat indah bilamana seseorang bisa menerima orang lain, memperlakukan mereka dengan baik, membantu mereka, menyayangi yang pantas disayangi, dan turut menyumbangkan tenaga atau harta untuk kepentingan kemanusiaan kendati sedikit. Di antara kenikmatan terdalam dan yang paling kekal adalah menciptakan kegembiraan di hati orang-orang yang tidak mempunayai instrumen kesenangan dan ketenangan.

Post a Comment