Header Ads

Bagimana Cara Anda Meraih Pengetahuan ?

Bagimana Cara Anda Meraih Pengetahuan
Muslim Quote - Seorang guru pernah berkata kepada muridnya: "Ketika engkau mebaca sesuatu, engkau akan mendapatkan sesuatu yang baru, makanan bisa saja engkau tinggalkan, tapi jangan biarkan kesempatan membaca itu berlalu darimu.". Aktivitas membaca merupakan aktivitas yang sangat berharga dalam kehidupan oleh karenanya jangan pernah meninggalkan aktivitas ini sehari pun, walau hanya 30 menit dalam sehari.

Dengan demikian, berusahalah agar anda selalu memberi gizi yang cukup bagi akal Anda melalui proses membaca. Bacalah buku yang dapat meberi anda pengetahuan akan strategi baru, yang dapat membatu anda membuat model-model baru yang anda pilih untuk kehidupan anda. Ingatlah selalu bahwa orang-orang yang menjadi pemimpin besar sekarang adalah orang-orang yang suka membaca.

Imam Abul Faraj bin Al-Jauzi berkata; "Aku telah meneliti beberapa keajaiban. Kesimpulanku, segala sesuatu yang bermanfaat itu sangat penting, dan jalannya panjang membentang. Akan selalu ada kelelahan dan penenatan yang menyertai kita untuk meraihnya."

Jika ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia, maka untuk mendapatkannya pun dibutuhkan pengorbanan dan kepenatan. Salah seorang fuqaha mengatakan, "Selama beberapa tahun aku sangat suka makan bubur pada jam tertentu. Namun, akhirnya, aku tidak lagi dapat menikmatinya pada jam yang sama, karena bertepatan dengan saat pelajaran berlangsung."
Oleh karena itu pula, Ibnul Qayyim al-Jauzi berkata, "Engkau takkan merasakan kebahagiaan dalam menuntut ilmu, kecuali dengan pengorbanan yang tulus, kejujuran dalam menuntutnya, dan niatmu yang ikhlas."

Alangkah indahnya ucapan seseorang yang berbunyi, "Katakan kepada siapa pun yang ingin mendapatkan kemulian tanpa kesungguhan, bahwa engkau hanya mencari kemustahilan belaka."
Barang siapa yang bercita-cita ingin menciptakan karya yang besar, ia harus mendukungnya dengan rasa cinta terhadap cara yang diajarkan oleh agama ini, yaitu kebahagiaan. Walaupun pada awalanya jalan yang dilalui takkan pernah lepas dari rintangan, tantangan, gangguan dan permusuhan.
Apabila engkau memaksa jiwamu untuk berlalu di sana, menggiringnya dalam ketaatan, bersabar atas penderitaan, dan kesulitannya, niscaya engkau dapat melepaskan dirimu menuju taman yang indah dan menawan. Tempat yang disenangi lagi mulia. Di sana engkau akan merasakan nikmatnya bermain dengan burung peliharaannya. Kenikmatan yang rasanya melebihi nikmat yang pernah ditasakan oleh seorang raja. Pada saat itu, orang tersebut akan berubah menjadi seperti apa yang dikatakan oleh seorang penyair; "Ketika aku saksikan hawah nafsuku berhenti pada batas itu, Akhirnya kucapai tujuan tertinggi, yang tak dapat aku menghindar darinya. Ketika ia kutemukan dan kurasakan kenikmatannya aku menjadi yakin bahwa ini hanyalah permainan belaka."

Imam muslim menuliskan dalam sahinya bahwa Yahya Bin Abi Katsir berkata, "Ilmu takkan diperoleh dengan cara bersantai." Bahkan ada yang berkata, "Barang siapa yang mengiginkan ketenangan, niscaya ia akan meninggalkan kesempatan beristirahat."

Andai bukan karena kebodohan sebagian besar manusia tentang kelezatan yang dirasakan dalam menuntu ilmu dan betapa besar keuntungan yang diperoleh, niscaya mereka akan saling membunuh untuk mendapatkannya. Namun, kenikmatan itu diselimuti dengan segala hal yang kita benci dan ditutupi dengan kebodohan manusia tentangnya. Oleh sebab itu, Allah memperuntukkan nikmat itu hanya bagi hamba-hamba yang Ia kehendaki, dan sesungguhnya, Allah sebaik-baik pemberi nikmat.

Imam Syafi'i berkata, "Hendaknya setiap penuntut ilmu mengerahkan segala kemapuannya untuk belajar, bersabar atas segala rintangan yang menghadang jalannya, mengikhlaskan niatnya kepada Allah untuk menguasai suatu ilmu, baik secara teoritis maupun aplikasi, serta senantiasa mengharap pertolongan Allah dalam menuntut ilmu."

Ahlul ilmi senantiasa mendapatkan kesulitan untuk memperoleh pengetahuan. Suatu ketika, Ibnu Hisyam an-Nahwi, penyusun kitab al-Qathr dan al-Mughni menasihati para penuntut ilmu agar senantiasa  bersabar atas berbagai kesulitan yang mereka rasakan untuk meraihnya. karena ini merupakan syarat utama mencapai keinginan yang mulia itu.
"Barang siapa yang bersbar mencari Ilmu, niscaya ia akan meraihnya, dan barangsiapa yang berkeinginan meminang wanita cantik-rupawan, ia pun bersabar untuk mendapatkannya."

No comments

Powered by Blogger.