Dialong: Masa Lalu, Sekarang, dan Hari Esok
Masa lalu, sekarang, dan esok duduk di sekitar meja makan sambil menyeruput teh dan berbincang-bincang soal ihwal kehidupan.
"Masa lalu' angkat bicara. Ia pun menuturkan peristiwa-peristiwa unggulan dan pribadi mulia yang rercatat dalam sejarah. Secara panjang lebar ia juga berbicara tentang prestasi, istana, dan peperangan mereka. Selain itu, tentu soal kejayaan yang mereka wujudkan, juga kenikmatan hidup yang mereka dapatkan. Selanjutnya, ia menambahkan, "Aku sama sekali tidak respek pada hari ini. Aku malah lebih suka hidup di istana para orangtua dan nenek moyang, menikmati peninggalan mereka berupa kesenangan dan kebaikan."
'Hari esok' menggerak-gerakkan kepalanya sembari melemparkan pandangan ke cakrawala. Ia berkata, "Kulihat kejayaan, kekayaan, dan keberhasilan menyambutku. Aku melihat mimpi-mimpi yang terwujud. Kehidupan yang makmur dan nyama menuju kepadaku."
'Hari ini' menyela mereka berdua. Suaranya menggetarkan semangat dan kepercayaan diri. Ia berkata, "Aku tidak menangisi masa lalu, dan tidak pula membuang-buang waktu untuk bermimpi-mimpi hari esok. Apa yang sudah berlal berhenti sampai di situ, sedangkan yang akan datang belum terlahir sama sekali. Adapun hari ini jadi milikku, ada di depan mataku. Barang siapa memiliki hari ini, berarti juga memiliki masa lalu dan hari esok. Rahasia untuk sukses adalah sibuk setiap saat dari sekarang.
Ella W. Wellkuks

Post a Comment