Header Ads

Wahai Hati yang Bersedih.!

Wahai hati yang bersedih

Wahai hati yang bersedih, jika engkau tahu bahwa dirimu telah mengikat janji dengan waktu agar semua urusan dan pertumbuhanmu seperti yang engkau inginkan, juga agar ia tidak memberi dan melarangku kecuali seperti yang engkau sudan dan inginkan, maka engkau harus melepaskan kesedihan setiap kali keinginanmu tak tercapai, atau kebutuhanmu melenceng. Jika engkau tahu perilaku hari dalam mengambil, membalas, memberi, dan menolak; dan bahwa ia tidak tidur terhadap pemberian yang diberikan sampai mengumpulkan kembalian; dan bahwa inilah sunnahnya dan begitulah ciri khasnya terhadap keturunan adam, baik yang tinggal di istana maupun yang di gubuk derita, atau yang alas kakinya menginjak lumpur maupun yang tidur beralaskan tanah, maka kurangilah kesedihanmu dan tahanlah air matamu. Engkau bukanlah sasaran pertama anak panah zaman. Penderitaanmu juga bukan yang pertama kali terjadi dalam deretan musibah dan kesedihan.

Engkau sangat sedih karena bintang impian yang bersinar terlihat olehmu di langit kehidupanmu. Kemudian ia penuhi cahaya di matamu dan kebahagiaan di hatimu. Tidak lama kemudian ia menghilang dan tak engkau dapatkan lagi. Andaikata engkau perindah impianmu, niscaya kesedihanmu tidak akan merimbun. Andaikanta engkau nikmati memandang yang terlihat olehmu, niscaya engkau akan melihat cahaya cemerlang yang mungkin dikira bintang bersinar. Dalam pada itu, kemunculannya tidak akan menyilaukanmu, dan ketenggelamannya tidak akan menyakitimu.

Orang yang paling bahagia dalam hidup ini adalah yang jika mendapatkan nikmat menjadi asing baginya, memandangnya seperti meragukannya, dan setiap waktu mengamati ia hilang dan sirna. Jika tetap dalam genggaman, maka itulah kabahagiaan yang hakiki. Jika tidak, sebelumnya ia telah siap berpisah dengannya.

Kalaulah bukan karena kebahagiaan pada saat kelahiran, tidaklah akan merana di waktu kematian. Kalaulah bukan karena percaya pada lenaggengnya kekayaan, pastilah tidak akan takut pada kemiskinan. Kalaulah bukan karena senangnya bertemu, pastilah tidak akan sedih berpisah.

No comments

Powered by Blogger.