Header Ads

Kisah-kisah Tragis Seputar Cinta

Kisah-kisah Tragis Seputar Cinta

Kisah-kisah Tragis seputar cinta telah lama ada mewarnai kehidupan manusia. Dalam surat An-Nahl ayat 92 dikisahkan tentang seorang perempuan yang setiap hari pekerjaannya merajut dan memintal benang, tapi jika sudah jadi rajutan, benangnya akan diurainya kembali. Begitu terus-menerus setiap hari. Konon, dia melakukan itu karena perasaan putus asa ditinggal sang kekasih. Seandainya saja perempuan tadi masih menyisakan akal pada dirinya, ia tidak akan mengurai kembali rajutan yang sudah jadi, sehingga ada banyak baju cantik yang bisa dihasilkannya.

Dalam surat Yusuf, kita bisa melihat panjang lebar konflik antara saudara yang dipicu perasaan iri terhadap kasih sayang ayahnya. Perasaan dengki itu berbuah dengan upaya penyingkiran Yusuf. Dan ini menjadi titik awal yusuf menemui liku-liku hidup. Dari menjadi budak, dihukum karena fitnah istri tuannya, hingga akhirnya dimuliakan Allah dengan menjadi Bendahara Kerajaan Mesir dan pada puncaknya dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam kondisi saling memaafkan.

Kisah diatas hanya sedikit dari bercampur baurnya perasaan cinta dengan perasaan putus asa, tidak berdaya menguasai diri, dan kurang nalar. Ada yang bilang "cinta memang tidak bisa dinalar". Benarkah? Korban cinta tanpa nalar ini sangat banyak. Ini bisa dialami baik lelaki maupun perempuan. Cinta bisa berubah menjadi dendam kesumat yang melahirkan sikap ektrem, membunuh atau bunuh diri. Permasalahan cinta yang di tungganggi hal-hal negatif, tidak melulu relasi asmara pria dan wanita. Ini bisa melingkupi hubungan antara orang tua dan anak, hubungan antarsaudara, persahabatan, antara menantu dan mertua. Ada menantu perempuan yang selalu cekcok dengan mertua perempuan. Ada anak yang tidak bisa akur dengan ayah atau ibunya, ada hubungan persaudaraan yang rusak karena masalah harta warisan, persahabatan yang terputus karena masalah utang. Padahal mulanya mereka saling mencintai.

No comments

Powered by Blogger.