Doa Terbaik Untuk Ummu Salamah

Ummu Salamah bersama suaminya adalah generasi awal sahabat Rasulullah. Mereka berdua telah mengalami dua kali hijrah; hijra ke Habasyah dan hijrah ke Madinah. Perjalanan hijrah ke Habasyah saja sudah sangat berat, melalui perjalanan darat dan laut selama tiga bulan. Tetapi keimanan yang begitu kuat, membuat kelelahan cepat teratasi. Mereka harus hijrah ke sebuah negeri yang sangat asing (Habasyah untuk saat ini bernama Etiopia, masuk wilayah Benua Afrika). Kamapanan hidup di Makkah mereka tinggalkan. Ummu Salamah inilah yang mencatat dan mendokumentasikan peristiwa dialog antara utusan kafir Quraisy, yang menghendaki membawa pulang Muhajirin, dengan Najasy. Sejarah yang ditulis Ummu Salamah mencatat bahwa misi kaum Quraisy gagal karena Najasy justru melindungi kaum muslimin.
Ketika pemboikotan Makkah oleh kaum kafir berakhir, mereka kembali ke Makkah. Karena tekanan terhadap kaum Muslimin masih sangat kuat, Rasul memerintahkan hijrah ke Madinah. Abu Salamah dan Ummu Salamah bergegas akan meninggalkan Makkah menuju Madinah. Terjadi kericuhan karena keluarga besar Ummu Salamah tidak mengizinkan. Ummu Salamah berhasi ditahan hingga terpisah dari suami dan anak-anaknya selama setahun. Berkat bantuan salah satu saudaranya yang terus membujuk kaumnya, Ummu Salamah diberi izin menyusul keluarga di Madinah.
Abu Salamah, suaminya, dipilih Rasul untuk menjadi Wali Kota Madinah yang pertama. Ia juga merupakan salah satu dari 314 sahabat yang memenangkan Perang Badar. Kemudian ikut terlibat dalam Perang Uhud yang di peperangan ini mendapat luka cukup parah. Namun berkat perawatan istrinya, luka ini berhasil disembuhkan. Begitu sembuh, Abu Salamah langsung terlibat dalam peperangan melawan bani As'ad yang akan menyerbu Madinah. Pada peristiwa inilah, tepatnya tahun 4 Hijriah, Abu salamah meninggal.
Ketia suaminyah masih hidup, Ummu Salamah sering merasa cemburu dan khawatir pada suaminya. Pernah suatu ketika Ummu Salamah meminta suaminya berjanji tidak akan menikah lagi bila dirinya meninggal dunia. Mendengar hal itu, Abu Salamah tertawa dan berkata, "Tidak, akulah yang akan meninggal lebuh dulu dan kau kudoakan menikah lagi dengan orang yang lebih baik dariku." Doa seperti ini tidak mungkin keluar dari mulut seorang lelaki, kecuali dia berakhlak mulia. Hal ini menunjukkan rasa syukur Abu Salamah memiliki istri yang setia menemani dalam setiap kesulitan perjuangan. Ia berharap istri dan anak-anaknya selalu dalam kondisi terbaik jika kelak ia meninggal.
Saat Abu Salamah meninggal, Ummu Salamah menghadap Rasul untuk melaporkan kondisi keluarganya. Rasul mengajari Ummu Salamah doa agar mendapatkan ganti yang lebih baik dari suaminya. Dan benar, usai masa idahnya, Abu Bakar meminang, tapi pinangan itu teryata ditolak. Umar pun datang meminang tapi juga mendapat penolakan. Akhirnya Rasulullah yang meminang. Ummu Salamah masih berkilah bahwa dirinya sudah tua dan punya empat anak serta sangat pencemburu. Jawab Rasulullah, "Jika karena usia, aku lebih tua. Jika karena iri hati dan cemburu, Allah akan menghilangkannya. Sedangkan masalah anak, Allah dan Rasul-Nya yang akan mengurus."
Tidak ada alasan lagu yang bisa dikemukakkan Ummu Salamah. Dia dinikahi Rasulullah, satu-satunya orang yang lebih baik dari suaminya. Subhanallah, ini adalah doa terbaik suami Ummu Salamah yang dikabulkan Allah SWT.
Post a Comment