Tentang Kesehatan
Kesehatan itu keceriaan dalam hidup, sedangkan penyakit adalah ganguannya. Kesehatan sudah ada sejak awal dalam diri manusia, sedangkan penyakit terjadi kemudia. Menghindari sebab-sebab terjangkitnya penyakit lebih muda dari pada mengobatinya setelah terjadi. Pepatah mengatakan, "Sedirham penjagaan lebih baik dari pada sekuintal pengobatan."
Jika kesehatan terbentuk dari beberapa hal penting, segala puji bagi Allah sebagian di antaranya disediakan bagi kita secara alami, seperti udara, gerakan, dan tidur. Dan sebagian lagi bisa kita dapatkan dengan kerja keras dan usaha, seperti sandang, pangan, dan papan. Pemanfaatan nikmat ini secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan dan mengeruhkan kehidupan.
Udara adalah syarat pertama untuk bisa hidup. Seseorang tidak akan mempu bersabar kehilangan udara meskipun hanya beberapa detik. Banyak orang, khususnya masyarakat perkotaan besar tidak mendapatkan udara yang cukup, padahal udara merupakan jisim terbesar yang melingkupi mereka. Sebab, udara tidak dikategorikan baik bagi kesehatan, kecuali jika terjadi sirkulasi dan bebas dari polusi, seperti asap beracun, kuman, bau busuk, dan sebagainya.
Air tawar, meskipun jumlahnya lebih sedikit dari pada udara di bumi dan bermaca-macam jenis dan kadarnya di tiap bangsa, tidak kalah dibutuhkan dan tidak sulit penggunaannya dalam segala hal yang diinginkan.
Penggunaan banyak air termasuk syarat utama menjaga kesehatan. Selain itu, terbilang tanda-tanda peradaban dan kemajuan perilaku bangsa. Setiap tubuh yang hidup membutuhkan gerak guna menghasilkan kekuatan. Namun, melauasnya daerah peradaban, beragamnya aktivitas akal, dan semakin melimpahnya kekayaan membuat penduduk kota lebih banyak duduk. Gerakan yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh mereka berkurang. Untuk itu, meraka harus mengganti pekerjaan industri yang seharusnya bersifat fisik dengan olahraga, seperti jogging, melompat, berenang, mendayung, mennggang kuda, berburu, dan aneka permainan. Adapun tidar merupakan istirahat terbesar yang harus dipenuhi oleh tubih yang hidup. Tetapi, belum hilang dari ingatan kita bahwa istirahat tidak akan bermanfaat, atau bahkan berubah menjadi melelahkan jika tidak wajar atau berlebihan. Karena itu, lama waktu tidur malah hari harus disesuaikan dengan usia.
Makanan adalah materi kehidupan yang membentuk tubuh dan mengembalikan energi yang hilang selama beraktivitas. Namun, tubuh hanya membutuhkan kadar tertentu. Jika lebih, cepat atau lambat makanan akan berubah mejadi racun. Sembilan persepuluh orang terjebak dalam kesalahan ini sehingga jumlah penderita gangguan pencernaan mengalhkan penyakit lain. Membiasakan diri untuk makan banyak terbilang gampang, tetapi tidak mudah membiasakan diri merasa cukup dengan sedikit makanan. Kita makan untuk hidup, bikan hidup untuk makan.
Beberapa Saran Tentang Kesehatan:
- Latihalah tubuhmu untuk santai, hadapi kondisi mengejutkan dengan lapang dada, kesabaran, pikiran yang matang dan jawaban yang lembut, punuh kasih sayang, dan tenang.
- Pikirkan batas-batas kemungkinanmu. Terima dengan lapang dada yang tidak bisa engkau ubah, karena setelah kesulitan akan datang kemudahan.
- Manfaatkan akhir pekan, semua kesempatan, dan waktu-waktu luang untuk mengubah rutinitas sehari-hari ditemani istri dan anak-anak
- Belajarlah sebisa mengkin. Jangalah engkau menjadi budak mobil dan televisi. Hindari sebisa mungkin nongkrong di cafe-cafe yang dipenuhi asap.
- Atur pola makanmu dan jagalah berat badan yang ideal
- Manusia bukanlah pulau terkecil, maka harus mengabung dengan sejumlah orang lain, baik teman, rekan sejawat, maupun tetangga.
- Rumah adalah tempat seseorang memperbarui energinya. Maka jadikanlah seasana hidup di dalamnya tenang dan bertatahkan cinta.

Post a Comment