Antara "Ngaji" dan Kuliah
“Ngaji” atau mencari ilmu agama merupakan kewajiban bagi kita secara fardlu ‘ain (bersifat kewajiban individu). Sedangkan belajar ilmu dunia merupakan kewajiban bagi sebagian orang dari suatu golongan (fardlu kifayah), misal ilmu kedokteran ketika sebagian orang dari kaum muslimin sudah ada yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Hal demikian berlaku untuk ilmu dunia lainnya. Namun hal tersebut tidak boleh dijadikan argument untuk berhenti kuliah dan fokus “ngaji” karena umat muslim butuh para ilmuwan yang ahli dalam bidang keilmuan masing – masing.
Dalam kuliah dan “ngaji” pasti ditemukan halangan dan rintangan, apapun itu bentuknya. Maka kita sebagai muslim dituntunkan oleh Rasulullah SAW untuk senantiasa berdoa dan tawakal setelah sekuat tenaga berusaha. Karena Rasulullah saja yang sudah dipastikan masuk surga masih selalu berdoa dan meminta pertolongan maka sepatutnya bagi kita untuk lebih banyak berdoa dan meminta pertolongan-Nya.
Salah satu doa yang dituntunkan oleh Rasulullah dalam hal ini adalah :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)
Tiga hal diatas merupakan pilar kebahagian manusia. “Ngaji” merupakan sesuatu hal yang penting maka sepatutnya bagi kita menyisihkan waktu untuk belajar ilmu agama se-lelah apapun dan se-ngantuk apapun. Dengan “ngaji” diharapkan bertambah baik akhlak kita kepada orangtua dan semakin dekat kita kepada Rabb, sehingga hati kita merasa tenang dan lapang. Banyak panutan bagi kita orang-orang yang sangat bersemangat dalam “ngaji” baik dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan ‘ulama zaman setelahnya hingga masa kini. Ada diantara mereka yang juga mendalami ilmu agama disamping latar belakang beliau sebagai matematikawan dan lainnya.
Adapun kuliah, kita bisa cabangkan kuliah kita :
- Niat untuk Allah SWT
- Niatkan untuk menolong agama Allah SWT
- Niatkan untuk menolong ummat islam
- Niatkan untuk kebahagian orangtua
Niat yang pertama adalah yang paling utama dan dengannya niat - niat yang selanjutnya akan berpahala. Karena apa-apa saja yang diniatkan untuk Allah maka akan rutin/kontinu. Maka seyogyanya bagi kita untuk selalu berusaha dalam meluruskan niat kepada Allah dalam melakukan sesuatu kebaikan.
Syair dari seorang ‘ulama:
Kerugian yang sangat menyengsarakan
Ketika kita temui banyak kesempatan menghadiri majelis ilmu
Namun kita tak ada waktu walau untuk sekedar menghadirinya
Kesengsaraan yang sangat merugikan
Ketika kita tahu bahwa surga itu selebar langit dan bumi
Namun kita tak dapat tempat walau setapak pun
Resume Kajian: KMFM UGM

Post a Comment