Header Ads

Ikhlas Karena Allah

Keikhlasan - Ikhlas karena Allah


وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. QS Al-Hijr ayat 21
  • Dalam QS Al-Hijr: 21 sebagaimana disampaikan oleh beliau, menjelaskan tentang simpanan yang ada pada diri Allah swt.
  • Kata "simpanan) menunjukkan bahwa segala sesuatunya tersimpan di sisi Allah dan juga bersumber dari Allah swt.
  • Keikhlasan yang dimaksudkan disini adalah bahwa seseorang dalam melakukan aktiitasnya baik itu dalam hubungan kepada Allah atau aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan capaian-capaian seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan, ketenangan, ketentraman di sisi Allah swt dan juga urusan-urausan duniawinya maka semestinya itu semua adalah untuk Allah
  • Karena Allah swt adalah 'gudang', atau segala sesuatu tersimpan pada sisi Allah swt. Seperti yang kemarin diceritakan, beliau tidak mengambil ayat lain dan tidak mengambil hadits Rasulullah yang lain karena yang ingin beliau tekankan adalah bahwa segala bentuk motivasi seseorang dalam hidup ini sesungguhnya sumbernya adalah Allah.
  • Orang beriman dalam melakukan suatu amalan mestinya selalu beesumber dari Allah dan juga akan kembali pada Allah. Allah firmankan dalam alquran, wa ilallaahi turja’uun (tanpa kecuali). Kalau segala sesuatu itu kembali pada Allah, maka sama, sesuatu itu pasti bersumber dari Allah.
  • Segala sesuatu itu tidak dicari, kecuali mencarinya itu adalah ada pada sisi Allah swt. Kunci segala gudang tersebut ada pada Allah swt. Allah menjelaskan bahwa orang yang breamal sholih akan mendapat surga. Pertanyaannya adalah kunci surganya dimana? Apakah setiap orang yang beramal akan masuk surga? Apakah setiap orang yang beramal akan sampai ke Allah? Tentu tidak. Tidak semua orang yang beramal akan sampai pada Allah, semua tergantung pada motvisai dan tujuannya.
  • Ketika seseorang ingin mendapatkan pahala dan surga semestinya ia menaati apa yang sudah ditetapkan oleh Allah, karena itu kuncinya.
  • Agama ini milik Allah, syariat juga milik Allah,  orang dalam menjalani agama, menjalani syariat, tidak boleh membuat syariat sendiri dan menciptakan aturan sendiri. Pahala hanya akan diberikan pada mereka yang mengikuti alquran dan sunnah
  • Segala sesuatu yang orang mencari selain dariNya, (beramal tidak bersumber dari Allah, niat bukan karena Allah), maka ia tidak akan mendapat apapun. Ketika orang mencari ketenangan dan ketentraman bukan dari Allah, yang terjadi adalah itu akan sia-sia
  • An Najm: 42👉🏼" dan bahwasanya kepada Tuhanmulah berakhirnya(segala sesuatu),"
  • Segala seseuatu bersumber dari Allah dan akan berakhir pada Allah. Semua alam tercipta dari Allah, dan semua akan kembali pada Allah, manusia juga, akan kembali pada Allah, walaupun tidak semuanya akan bertemu dengan Allah
  • Dalam surat Al Hajj Allah berfirman " yang sampai pada Allah itu bukna darahnya, bukan pula dagingnya, akan tetai ketaqwaannya (maksudnya adalah niat seseorang dalam mencapai amal sholilh)."  Ada kehendak yang diniatkan untuk Allah, dan tidak diniatkan untuk Allah, sesuai dengan niatannya ada amalan yang akan sampai pada Allah dan ada yang tidak sampai pada Allah.
  • Hadits ” segala amal harus disertai dengan niat (niat lillah, ditujukan pada Allah bukan selainnya”  seseorang hanya akan mendapat balasan sesuai dengan yang diniaatkan, barangsiapa yang niatnya murni karena Allah dan Rasulnya, maka niatnya akan sampai ke Allah dan Rasulullah, dan menjadi sebab amal yang dilakukan oleh seorang muslim diterima oleh Allah. Akan tetapi jika amal tidak ditujukan untuk Allah, maka tidak akan sampai.
  • Sholat kita, puasa, dzikir, membaca alquran, hanya sarana untuk menuju ke Allah, 💐Rasulullah sudah mengumpamakan kita sebagai musafir ” jadilah engkau seorang pengembara atau musafir”, artinya hidup ini sudah berjalan, masing-masing dari kita sudah keluar dari start dan menuju finish. Start kita berbeda-beda, finishnya juga berbeda-beda. Mereka yang kemudian samapai ke Allah ada yang akan diterima ada yang akan ditolak.
  • Kisah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ada 2 orang sedang melakukan perjalanan, sampailah kedua orang pada seuatu kabilah yang punya kebiasaan menyembah selain Allah, patung yang besar yang dianggap sebagai tuhan. Kedua orang ini dihadang, dan tidak boleh melewati desa itu kecuali telah memberikan sesmbahan untuk berhala-berhala/ Tuhan merka. Maka yang satu mengatakan, tidak mau, maka dibunuhlah yang satu itu. tinggal satu orang lagi. Karena tidak ounya apapun untuk dipersembahkan, ia diminta membunuh lalat untuk dipersembahkan, lalu ia lakukan itu, namun tetap dibunuh oleh masyarakat. Keduanha terbunuh, namun yang satu masuk surga dan yang satu masuk neraka. Intinya bukan di lalatnya, tapi ada inat untuk mempersembahkan kepada selain Allah
  • Masyi’ah, takdir👉🏼 Allah swt memilki kehendak, bersyukurlah kepada Allah ketika kita memiliki kehendak itu sesuai dengan takdir. Namun jika keehendak-kehendak yang dalam diri kita berlawanan dengan kehendak Allah, kita hanya diperintahkan untuk bersabar dalamnya.
  • Hikmah, manfaat dari keimanan terhadap takdir👉🏼 Karena segala sesuatu yang dikehendaki Allah sudah ada hikmah di dalamnya. Hikmah punya beberapa arti: 
    1. Adil, Allah dalam setiap takdirnya tidak ada yang mendzolimi hambanya.tapi adil bukan berarti sama. Adil secara bahasa berarti menampatkan sesuatu pada tempatnya, artinya segala peristiwa yang kita hadapi memang sudah pas dengan keadaan kita. Misalnya peci walaupun harganya murah, tetep ditaruh di kepala, sepatu walaupun milyaran harganya, tetap ditaruh di kaki. 
    2. Kesesuaian antara kehendak manusia dengan kehendak Allah. Ada seseorang yang atas karunia Allah setiap kali ia memiliki kehendak, tercapai. 
    3. Segala sesuatu yang ditetapkan oleh Allah memiliki faedah. Ada yang bertanya, kenapa Allah menciptakan orang miskin? Menciptakan iblis? Kenapa tidak dibuat kaya semua? Pertanyaannya adalah lalu orang akan mendapat pahala sadaqah darimana? Orang mendapatkan pahala jihad darimana? Ada seseorang bertanya, bagaimana caranya dakwah di tempat atau situasi yang tidak kondusif? Padahal sejak dulu yang namanya dakwah pasti di siatuasi yang tidak kondusif.



***
Sumber:
Kajian Sore Bersama Ustadz Sholihun
KITAB AL-FAWAID karya Ibnu Qoyyim

No comments

Powered by Blogger.