Header Ads

Resume Buku: Kitab Al-Fawaid karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Kitab Al-Fawaid karya Ibnu Qayyim Al- Jauziyyah
Kitab Al Fawaid adalah catatan penting Ibnu Qayyim Al Jawziyyah. Disusun ulang oleh Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby sehingga menjadi satu judul Fawaidul Fawaid yang telah disusun berdasarkan tema. Dalam kitab awalnya, Al Fawaid penyusunannya masih tanpa tema tema dan belum berjudul karena Al Fawaid dituliskan Ibnu Qayyim dalam kondisi-kondisi tertentu dan memang tidak berdasarkan tema, sehingga mungkin akan ditemukan pembahasan yang berulang.

Disebut Al Fawaid karena memang beliau memilih nasihat penting di dalam kehidupan, baik berkaitan dengan masalah agama maupun tidak. Secara fiqih Ibnu Qayyim mermazhab Syafi'i akan tetapi dalam perspektif spiritual (dzikir, pandangan2, dll), Ibnu Qayyim banyak belajar pada gurunya Ibnu Taimiyah walaupun beliau hidup dekat dengan masa Imam Al Ghazali, sedikit ditemukan dalam buku ini mengutip Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Tentu memiliki banyak alasan.

Dalam kita beragama dan memperbaiki diri (tarbiyah), ada 5 hal penting yang tidak bisa dilupakan (disarikan dari kitab Al Fawaid)
  1. TAUHIDDalam kita al-Fawaid ini beliau lebih menajamkan pada implementasi tauhid alam beraga dan kehidupan. Misalnya: Keikhlasa. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah melihat dari sisi yang lain tentang keikhlasan.
    Beragama juga membutuhkan keikhlasan. Agama ini adalah milik Allah, maka yang harus kita taati adalah Allah. Agama ini Allah yang membuat, maka termasuk syariat dan aturannya adalah milik Allah, sehingga kita harus mengikuti syariat itu. Tidak dipekrenankan kepada siapapun untuk membuat syariat baru untuk kemudian memberikan pandangan baru mengenai masalah syariat. Kalau ada orang yang keluar dari bab tersebut sekalipun ia mengatasnamakan islam, maka sesungguhnya ia telah keluar dari syariat.
    Contoh: dari kalangan yahudi dan nasrani. Kenapa kemudian mereka disebut orang-orang yang tidak ikhlas dan menyekutukan Allah? Karena dalam membuat agama mereka lebih cenderung membuat aturan sesuai dengan selera hawa nafsunya. Kita di dalam beragama tidak bisa mengikuti keinginan hawa nafsu, karena agama berdasarkan dan berdiri di atas dalil, sehingga seseorang tidak boleh membuat syariat sendiri dalam beragama.

    Tujuan motivasi harus semata-mata muncul dari diin, dari agama, bukan karena yang lainnya, sekalipun memang kadangkala dibutuhkan suatu pendorong-pendorong lain agar orang bisa tetap istiqomah di jalan Allah, salah satunya adalah mungkin komunitas, karena sesuatu yang walaupun dilakukan di jalan Allah, kalau dilakukan sendiri akan terasa berat. Akan tetapi dalam beribadah, tetap harus murni karena Allah.
  2. PANDUANPanduan kita bersumber dari Alquran dan Sunnah Rasul. Yang dibahas oleh Ibnu Qayyim lebih kepada pengaruh alquran pada orang beriman. Apakah panduan ini dianggap sebagai sesuatu yang biasa, ataukah sesuatu yang istimewa di dalam kehidupannya?
    salah satu tema penting di kitab Al fawaid yaitu tentang bentuk bentuk orang yang dianggap meninggalkan alquran.

  3. MOTIVASI DALAM BERAGAMAMembahas tentang kondisi-kondisi batin seseorang keetika melakukan amal perbuatan. Karena kondisi batin inilah yang membuat amal diterima atau ditolak. Ada satu bentuk amal-amalan tertentu yang bisa jadi akan menghancurkan pahala di sisi Allah, misalnya melakukan perbuatan yang manghancurkan amal, misalnya: riya', melakukan dosa besar yang tidak disadari, syirik. dalam kitab al fawaid akan ada poin-poin penting dimana Ibnu Qayyim mengingatkan kita tentang suasana batin ketika melakukan ibadah.
  4. GANGGUAN
    Apa yang menghalangi orang untuk beramal
    Termasuk di dalamnya misalnya menghalagi orang untuk puasa di bulan ramadhan, sering kita lihat di masyarakat. orang-orang hanya berpuasa di hari-hari pertama ramadhan saja.
  5. Seseorang yang kana terus memberikan nasihat kepada kita.
    Sekalipun kita sudah baca banyak buku, menghadiri banyak majelis taklim, kita masih membutuhkan nasihat. Nasihat yang terus mengingatkan kita terhadap apa yang sudah kita ketahui sudah kita amalkan atau belum. Jangan sampai kita termasuk mereka yang tersesat oleh ilmunya sendiri.
***
Sumber:
Kajian Sore Bersama Ustadz Sholihun
KITAB AL-FAWAID karya Ibnu Qoyyim
Tempat: Masjid Mardliyah

No comments

Powered by Blogger.