Belajar memahami ketetapan Allah
Belajar memahami ketetapan Allah
Oleh: Ummu Kalsum
Jika hidup kita yang menjalani, orang lain yang mengomentari, maka Allah swt pun berperan sebagai Maha Menentukan. Sekuat apapun kita menginginkan sesuatu atau melindungi agar ia tak pergi, namun jika Allah telah berkendak bahwa ia bukan milik kita, meskipun seluruh kekuatan yang ada di muka bumi terhimpun untuk menolak takdir, niscaya mereka tak akan pernah sanggup. Namun sebaliknya, sekeras apapun kita menolak sesuatu, tetapi jika sudah ditakdirkan bersama, maka ia akan bersatu. Sesederhana itu! namun prosesnya adalah sebuah skenario terbesar, terindah dan penuh hikmah.
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan Ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (Q.S. Al-Baqarah : 152)
Ayat di atas dapatlah menjadi pengingat bagi diri sendiri, bahwa Allah beserta ketetapannya akan selalu menyertai, kemanapun hamba-Nya pergi. Siapa saja yang mengingat Allah, maka Ia akan senantiasa mengingatnya. Barangsiapa yang berbuat baik, maka kebaikan itu pula akan kembali untuk dirinya. Barang siapa yang ingkar pada-Nya, sungguh kejahatan itu tak akan merugikan Allah, tetapi dirinya sendiri. Sesat di dunia, menyesal di akhirat selama-lamanya.
Pernahkah kita berdoa seharian? Ah, bukan hanya seharian, namun berhari-hari dan penuh keyakinan. Kita yakin bahwa Allah akan mengabulkan segala doa kita, segera dan di waktu yang tepat. Sembari berdoa, kita membarenginya dengan berbuat kebaikan. Mungkin kita lelah dalam penantian, sebab beberapa hari berlalu, doa itu tak kunjung terijabah. Ada sedikit rasa pesimis, lalu muncul sebuah pertanyaan baru. “Apakah doaku akan dikabulkan? Dan benarkah Allah Maha Melihat-ku yang sedang butuh pertolongan?”
Kawan, saat masa kritis seperti itulah, banyak yang keyakinannya pada Allah jatuh. Dari optimis berubah menjadi pesimis. Dari yakin menjadi ragu. Padahal ujian itu Allah beri untuk menguji keimanan kita pada-Nya. Bisa jadi kita merasa saat ini adalah waktu yang tepat, namun Allah menunda karena esok adalah waktu yang jauh lebih tepat.
Ketika batang keyakinan kita hampir rapuh, tetap optimis kawan! Sebentar lagi Allah akan mengabulkan doa-doa. Kapan? Sebentar lagi, kawan!
Tak ada seorang manusia di muka bumi ini yang wafat karena jenuh menunggu doa, atau karena lelah memikirkan doa yang tak kunjung terijabah. Yang ada, mereka wafat karena memang telah ajal mereka, kawav.!
Ketika kesabaran masih bisa dipertahankan, maka sekelebat, doamu akan dikabulkan. Diwujudkan dari berbagai penjuru yang tak kau sangka-sangka, dan dengan skenario indah di luar dari rancangan kita. Mengapa bisa seperti itu? Sebab engkau selalu mengingat Allah, dan Allah juga mengingat hamba-Nya.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S. Al-Baqarah : 186)
Allah dekat, mengabulkan permintaan hamba-hambanya. Mengganti doa yang buruk dengan jawaban terbaik. Mengijabah doa yang baik dengan cara elegan.
Doa dan pengijabahan itu sedekat darah dan pembuluhnya. Yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang bersabar.
Maka, bersabarlah kawan. Sebab kesabaran harusnya tak terbatas, untuk mendapatkan karunia yang tak terhingga. (Salim A. Fillah)
Penulis: Ummu Kalsum

Post a Comment