Anis Mata: Cinta Perlu Nyali
Cinta Perlu Nyali
Oleh: Anis Matta
Cinta dibangun dari respek kepada sesuatu yang kita cintai: cita-cita atau jiwa. Kita menghargai semua itu sebagai wujud yang memiliki makna-makna agung yang membuat kita merasakan penghargaan tertinggi ketika memberi sesuatu padanya atau menerima sesuatu darinya. Dari sanalah kita menemukan kehormatan. Dari sanalah kita terdorong untuk membela. Dari sana kita menyadari bahwa untuk bisa mencintai kita mesti memiliki keberania.
Mencintai adalah sebuah keputusan besar. Begitu kita memutuskan untuk mencintai seseorang atau sebuah cinta-cita, maka segera kita akan menumpahkan, perhatian, pikiran, waktu dan tenaga kepada objek yang kita cintai itu, sekaligus menanggung semua resiko dari keputusan itu. Resiko adalah kata yang melekat pada semua keputusan. Termasuk keputusan untuk mencintai. Tidak ada cinta yang akan menjadi legenda keangungan kalau ia tidak datang dari nali besar.
Mengapa para sahabat begitu mencintai Rasulullah SAW sebagai Nabi dan pemimpin mereka ? salah satunya, seperti yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, karena mereka menemukan fakta bahwa begitu pertempuran mulai memasuki puncak kesengitannya, mereka semua berlindung di balik punggung Rasulullah SAW. kasih sayang dan cinta yang tampak lembut dan halus di permukaan ternyata mengandung makna ketengguhan dan keberanian di kedalaman hakikatnya.
Itu sebabnya mengapa lengenda cinta selalu menyatu dengan legenda kepahlawanan. Itu sebabnya mengapa belajar menjadi pemberani adalah keniscayaan bagi mereka yang ingin menjadi pencinta sejati.
Keberania bukanlah suasana tanpa rasa takut. Keberanian adalah kebulatan tekad untuk menanggung semua risiko dari keputusan mencintai yang kita ambil. Maka akarnya adalah jiwa dan tidak selalu haru mengejawatah secara fisik. Karena sebagian besar makna-maknanya justru termanifestasi pada keberanian moral; semacam keberanian moral untuk membuktikan kehormatan dan penghargaan dengan berbagai cara kepada sesuatu yang kita cintai.
Itulah yang ingin dikatan para syuhada di medan perang; cerita tentang cinta mereka kepada Allah. Itulah yang ingin dikatakan Abu Bakar atau Umar ketika memikul gandung untuk rakyatnya yang kelaparan di malam hari; cerita tentang cinta mereka pada rakyat. Itulah yang ingin dikenang Rasulullah SAW dari Khadijah; cerita tentang pembelaan pada suami dan dakwahnya melalui pengorbanan hingga akhir hayat.
Dan apakah yang ingin kita katakan kepada orang-orang yang kita cintai di sekitar kita ?
Cerita tentang apa ?
Sumber Referensi: Buku Serial Cinta, Anis Matta

Post a Comment