Header Ads

Ahlussunnah Wal jama'ah dan Jama'ah Minal Muslimin

Ahlusunnah Wal Jama'ah dan Jama'ah Minal Muslimin

Ahlussunnah wal jama'ah dan jama'ah minal muslimin bukan untuk komparatif, tetapi untuk integrasi.

Dalam hal ilmu, setiap individu yang muslim wajib menuntut ilmu dari para ulama yang termasuk ahlussunnah wal jama’ah.

Dalam hal pergerakan, seorang individu terkadang harus memilih salah satu jama'ah minal muslimin untuk menjadikannya sebagai kendaraan. Kendaraan untuk mengimplementasikan ilmunya dalam lingkup yang lebih luas.

Jika kau berada dalam suatu kelompok (jama'ah minal muslimin), berlepas diri lah dari belenggu-belenggu hizbiyyah. Hizbiyyah merupakan sikap fanatik kepada suatu pemikiran tertentu yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, lalu loyal dan saling mencintai karena pemikiran tersebut. Hizbiyyah akan membuat sekat antara dirimu dengan jama'ah minal muslimin lainnya karena merasa bahwa kelompokmu lebih baik dan jangan pula engkau melakukan debat kusir.

"dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu." [QS. Al Anfal: 46]

Al Imam Al Albani rahimahullah ditanya tentang hizbiyyah Islam, beliau menjawab: "kami katakan dengan tegas bahwa kami memerangi hizbiyyah. Karena hizbiyyah ini akan menerapkan apa yang difirmankan oleh Allah Tabaaraka wa Ta’ala: كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
'Tiap-tiap hizb merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)' dan karena hizbiyyah tentu akan memecah belah persatuan kaum Muslimin, dan akan menambahkan kelemahan mereka yang saat ini sudah lemah. Maka semakin bertambahkan kelemahan."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga mengatakan: "wajib bagi para penuntut ilmu agar melepaskan diri dari bergolong-golongan dan juga hizbiyyah yaitu mengikat wala dan bara' kepada suatu kelompok tertentu atau aliran tertentu."

Saat kelompok (jama'ah minal muslimin) yang kau ikuti terpecah dalam dua kelompok dan kau harus memilih salah satunya, maka pilih lah berdasarkan ilmu, bukan karena ikut-ikutan tanpa ilmu atau taqlid buta. Perpecahan adalah hal yang tercela hadapan Allah, tetapi perpecahan juga dapat timbul karena umat tidak bersepakat terhadap suatu kemaksiatan seperti yang telah disebdakan Rasulullah Salallahu 'alaihi wasallam.

Tidak seperti kebanyakan manusia yang hanya melihat hasil, Rabb-mu Yang Maha Adil melihat niat dan usahamu yang terang maupun yang tersembunyi sebelum hasil. Saat kau mempertanggungjawabkan pilihanmu di hadapan-Nya, jadi lah hamba yang tak terhina karena pilihanmu bukan berdasarkan taqlid buta yang tercela, tetapi karena kadar ilmumu. Dalam hal ini, semakin tinggi kadar ilmumu, maka semakin mulia engkau di hadapan-Nya insyaAllah.


Sumber referensi: Artikel diambil dari post Facebook Zikri Yanti Marhum

No comments

Powered by Blogger.