Header Ads

FIKIH SIRAH: IBU SUSUAN & PADANG PASIR


FIKIH SIRAH: IBU SUSUAN & PADANG PASIR

Oleh: Gilang al-Qanuni

Pengasuh Nabi Muhammad  Saw adalah Ummu Aiman (nama aslinya Barakah al-Habsyiyah), hamba sahaya ayahnya (Abdullah), dari Habasyah (Ethiopia). Adapun orang yang pertama kali  menyusui Nabi adalah ibunya sendiri (Aminah binti Wahab). Saat itu, masyarakat Arab punya kebiasaan menyusukan anaknya kepada orang lain. Dan Tsuwaibah-lah yang merupakan hamba sahaya pamannya, Abu Lahab. Yang pertama kali menyusui Rasulullah Saw. (Waqafat Tarbawiyyah ma'a as sirah-Ahmad Farid).

Di Makkah sudah menjadi kebiasaan untuk mempercayakan bayi pada ibu susuan dari suku Badui Nomad yang tinggal di sekitar padang pasir terdekat. Karena Muhammad anak yatim, semua calon ibu susuan tidak mau menyusuinya. Mereka khawatir statusnya itu tidak akan menguntungkan. Halimah bersama suaminya, yang datang paling akhir karena unta tunggangannya kelelahan. Memutuskan untuk menerima anak ini meskipun ia seorang yatim, karena hal itu lebih baik daripada harus dicemooh oleh anggota suku mereka ketika kembali ke rumah dengan tangan hampa. Akhirnya mereka pulang membawa Muhammad yang masih bayi. Halimah seperti halnya Aminah, juga menceritakan banyak tanda yang membuat dia & suaminya berpikir bahwa bayi itu membawa berkah. (Biografi Intelektual Spriritual Muhammad-Tariq Ramadan).

Para perawi sirah sepakat bahwa perkampungan Bani Sa'd pada waktu itu tengah dilanda kemarau panjang yang merusak pertanian & peternakan mereka. (Fikih Sirah-al Buthy).

INSPIRASI YANG BISA DIPETIK:
  • Keberkahan untuk Halimah disebabkan Nabi Muhammad Saw, terlihat dengan jelas bahwa keberkahan melimpah kepada Halimah as-Sa'adiyah dalam segala hal. Diantaranya adalah mengalirnya air susu dari payudara Halimah dengan deras, padahal sebelumnya tidak mampu mencukupi kebutuhan anaknya. Keberkahan Nabi juga melimpah kepada anak Halimah. Anak Halimah kala itu menjadi tenang & tidak rewel, padahal sebelumnya dia suka menangis.  Sehingga membuat Halimah terganggu & tidak bisa tidur. 
  • Tiba-tiba setelah kedatangan Nabi, dia menjadi tenang & perutnya selalu kenyang. Halimah pun dengan nyaman bisa tidur nyenyak. Begitu juga melimpah kepada kambing-kambing  Halimah, yang tadinya kurus & air susunya kering, menjadi gemuk-gemuk & air susunya melimpah. (Sirah Nabawiyah-Ali Muhammad Ash Shallabi).
  • Hidup di daerah pedalaman berpengaruh positif bagi kesehatan tubuh, kebersihan jiwa & kecerdasan akal. (Sirah Nabawiyah-Ali Muhammad Ash Shallabi).
  • Pertumbuhan anak-anak di daerah pedesaan dengan keindahan alamnya, udaranya yang masih bersih, dan pancaran sinar matahari yang cukup, membuat jiwa mereka menjadi lebih bersih. Perkembangan fisik & mentalnya menjadi lebih sempurna, naluri & perasaannya menjadi lebih peka. (Fiqhus Sirah-Muhammad al Ghazali).
  • Kefasihan bahasa adalah modal dasar pemimpin, gagasan besar hanya bisa diserap  dengan kemampuan komunikasi yang mempuni. (Inspirasi Nabi-Muhammad Elvandi).
  • Kemurnian alam, padang pasir yang membentang melapangkan dada, meluaskan daya jangkau visi dan mengingatkan manusia akan keagungan penciptanya. (Inspirasi Nabi-Muhammad Elvandi).
  •  Kedekatan dengan alam, menghargai keberadaannya, dan mengamati serta merenungkan apa yang ia tunjukkan, tawarkan, atau inginkan (kembali) dari kita berupa tuntutan keimanan. Yang  dalam proses pencariannya, berjuang untuk memelihara, memperdalam dan memperbarui dirinya sendiri. Alam merupakan panduan utama & kawan setia keimanan. (Biografi Intelektual Spriritual Muhammad-Tariq Ramadan).  []

No comments

Powered by Blogger.