RISALAH LANGIT KEPADA BUMI
RISALAH LANGIT KEPADA BUMI
Oleh: Gilang al-Qanuni
Dalam kitab Athlas Tarikh al-Anbiya' wa ar-Rasul, Sami bin Abdullah al-Maghluts menjelaskan, bahwa ada enam Nabi yang Allah utus untuk berdakwah di Makkah dan sekitarnya (Jazirah Arabia) yaitu; Nabi Adam As, Nabi Ismail As, Nabi Hud As, Nabi Shaleh As, Nabi Syu'aib, dan Nabi Muhammad Saw.
Jumlah para Nabi sebanyak 124.000, dan para Rasul 315, seorang Rasul sudah berarti dia seorang Nabi. Tetapi seorang Nabi, belum tentu dia seorang Rasul. Jika hanya sebanyak enam orang Nabi dan Rasul yang diutus untuk tanah Arab, lantas selebihnya diutus untuk kaum apa?
Namun ternyata, 123.994 Nabi itu berasal dan diutus untuk kalangan Bani Israil. Wallahu a'lam. Karena keterbatasan ilmu penulis, apakah para Nabi yang diutus sebelum Nabi Ibrahim As, untuk kaum apa? Sedangkan Bani Israil sendiri, dinisbahkan kepada Nabi Ya'kub dari jalur Ishaq As dan Ibrahim As.
Allah SWT berfirman:
"Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh." (Q.S. al-'Ankabut: 27).
Itulah mengapa, dendam kesumat kaum Yahudi kepada umat Islam begitu besar. Bagi mereka, seharusnya Nabi akhir zaman (Ahmad/Muhammad) itu diberikan kepada mereka, yang sepanjang sejarahnya sampai kepada Nabi Isa As. Toh, berasal dari Bani Israil. Menurut para ahli sirah, kedatangan kaum Yahudi ke Makkah, sebenarnya sudah jelas dalam kitab-kitab mereka bahwa Nabi akhir zaman itu akan muncul di Kota Makkah. Besar harapan, bahwa Nabi akhir zaman itu lahir dari rahim mereka. Ternyata, Allah lebih mengetahui ke mana Risalah itu diberikan.
Pembaca yang budiman, setiap Nabi dan Rasul yang diutus membawa mukjizatnya masing-masing. Turunnya al-Qur'an ini sebagai mukjizat terbesar Rasulullah Saw, setelah itu peristiwa Isra mi'raj dan seterusnya. Mukjizat itu perkara luar biasa yang disertai dengan tantangan, terhindar dari penentangan, yang Allah tampakkan melalui tangan para Rasul-Nya. Tujuannya untuk menguatkan seorang rasul bahwa apa yang dibawanya adalah kebenaran. Mukjizat ini muncul untuk menjawab tantangan, untuk melemahkan para pengingkar, dan untuk menegakkan hujjah terhadap mereka. Mukjizat yang turun kepada setiap Nabi itu sesuai dengan yang populer di zamannya.
- Nabi-nabi yang tinggal di negeri-negeri Arab, mukjizat-mukjizat mereka sesuai dengan lingkungan padang pasir Arab. Sebagai contoh, mukjizat Nabi Shaleh As, berupa unta aneh yang belum pernah dilahirkan oleh unta-unta kaum pedalaman.
- Sihir menyebar luas di antara bangsa Mesir, baik kalangan umum maupun khusus. Mereka ditakut-takuti oleh Fir'aun dan pasukannya dengan sihir. Karenanya, mukjizat-mukjizat Musa As jenisnya masyhur di kalangan kaumnya. Karena di antara mukjizat-mukjizat utamanya adalah tongkat berubah menjadi ular dan tangan yang mengeluarkan cahaya. Bentuk nyata kedua mukjizat ini tidak berbeda dengan jenis yang menyebar di antara para penyihir Fir'aun. Namun, mereka yang mengetahui sihir bisa membedakan antara sihir dan sesuatu yang berada diluar kekuatan sihir, akan tetapi berasal dari perbuatan Allah. Karenanya, para penyihir Fir'aun adalah orang-orang pertama yang beriman kepada-Nya.
- Setelah era Musa As, filsafat Yunani menyebar, yang menjadi asas filsafat Eropa setelahnya, yang bertumpu pada penerapan hukum kausalitas (sebab-akibat) dan munculnya akibat dari sebab dalam suatu tatanan konstan yang tidak pernah berubah.
- Karenanya, mukjizat-mukjizat para Nabi Bani Israil datang di masa itu dengan melampaui hukum kausalitas, untuk menegaskan bahwa seluruh alam raya ini terjadi atas kehendak Zat yang berkehendak, yang tidak berbuat selain apa yang Dia kehendaki, dan tidak ada sesuatu pun yang berasal dari-Nya tanpa kehendak-Nya yang tetap.
Mukjizat-mukjizat Nabi Sulaiman As misalnya, datang untuk melawan teori yang mengatakan bahwa seluruh makhluk berasal dari wujud pertama, layaknya sebab yang muncul dari akibat. Karenanya, kehidupan Nabi Sulaiman As di dalam kerajaannya berlaku untuk meruntuhkan teori tersebut. Maka, di antara mukjizat-mukjizatnya adalah ditundukkannya jin dan burung-burung untuknya, diajari bahasa burung dan hewan, dan angin ditundukkan untuknya. - Pada era kegemilangan kedokteran dan filsafat Yunani yang juga berlandaskan pada hukum kausalitas, datanglah mukjizat-mukjizat Isa As dengan jenis yang sama seperti yang dikenal pada masa itu. Kelahiran Isa As dengan jelas membatalkan teori tersebut karena menurut hukum kebiasaan dalam kehidupan seluruh makhluk hidup; bayi dilahirkan dari dua orang tua. Sementara Nabi Isa As datang dari seorang ibu tanpa ayah, sehingga peristiwa kelahirannya menyalahi sebab-sebab alami yang berlaku.
- Bisa berbicara saat masih bayi dan berada dalam buaian layaknya ucapan para filsuf, ia membentuk tanah seperti wujud burung, setelah itu Ia meniupnya, lalu tanah tersebut berubah menjadi burung dengan izin Allah. Nabi Isa as. yang populer di zamannya adalah pengobatan. Sehingga mukjizatnya mampu menyembuhkan penyakit kusta, mata yang buta sejak lahir, dan sebagainya.
- Sebelum penutup para Nabi, maka Rasulullah Saw diutus untuk membantah semua yang populer di zamannya seperti; syair, kefasihan bahasa, balaghah, kemahiran berpidato, peramalan, pemberitahuan tentang hal yang gaib, pengetahuan tentang kejadian masa lalu, dan peristiwa alam.
Sehingga al-Qur'an datang untuk menantang semua pengetahun di atas. maka, para ahli balaghah dan bahasa itu pun bertekuk lutut dihadapan kehebatan mukjizatnya. Mereka menyimak dengan penuh kekaguman dan ketakjuban. Para penyair dan ahli pidato terkesima sehingga mereka menurunkan al-mu'allaqat as-sab'u (tujuh puisi) yang sebelumnya mereka banggakan, di mana ia mewakili syair terbaik mereka. Bahkan mereka menulis untaian syair tersebut dengan tinta emas dan menggantungnya di dinding Ka'bah.Al-Qur'an juga membuat para peramal lupa dan kehilangan informasi gaib yang dulunya mereka sampaikan. Al-Qur'an mengusir jin mereka dan menutup praktek peramalan itu untuk selamanya.
Al-Qur'an menyelamatkan para pembaca sejarah umat terdahulu dan berbagai peristiwa dunia yang berhias kurafat dan bualan dusta. Al-Qur'an menuntun mereka menuju sejumlah kejadian masa lalu dan rangkaian peristiwa alam yang benar dan bersinar.
Demikianlah keempat lapisan diatas bertekuk lutut dihadapan keagungan al-Qur'an dengan penuh ketakjuban dan penghormatan. Mereka segera berguru kepadanya serta menerima petunjuk dan bimbingannya. Tak ada satu pun dari mereka yang mampu menjawab tantangan al-Qur'an meski hanya dengan satu surah.
Hikmah Ilahi kenapa mukjizat dipilih sesuai dengan jenis sesuatu yang populer di tengah-tengah kaum suatu Rasul, adalah agar Ketika seseorang ditantang melalui sisi yang mereka anggap sebagai kebanggaan dan keahlian mereka. Maka hujjahnya akan lebih kuat. Sesuatu yang melemahkan itu tentu lebih berpengaruh.
Dan sampai hari ini, al-Qur'an pun menantang kepada manusia dan jin untuk membuat hal yang serupa. Allah SWT berfirman: "Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain." (Q.S. Al-Isra': 88).
Sehingga benarlah apa yang dikatakan oleh al-Jahizh, "Karena menjawab tantangan al-Qur'an tidak bisa dengan merangkai kata, mereka terpaksa angkat senjata." []
Referensi :
- Badiuzzaman Said Nursi. 2019. Kumpulan mukjizat Nabi Muhammad Saw. Cet. II. Banten: Risalah Nur Press.
- Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi. 2020. Isa bin Maryam; Kelahiran, Kerasulan, Kisah Penyaliban hingga Turunnya Kembali di Akhir Zaman. Jakarta Timur: Penerbit Ummul Qura.

Post a Comment