Header Ads

Kemanusian Secara Umum

Kemanusian Secara Umum

Mulim Quote - Tidaklah benar seorang penduduk negeri atau pemeluk suatu agama berkata kepada seseorang yang tidak sebangsa dan seagama, "Aku berbeda denganmu, karena itu aku pasti memusuhimu." Sebab kemanusiaan itu satu, tidak banyak dan tidak pula mengenal yang lain. Adapun perbedaan antara manusia, baik dalam hal pandangan dan madzhab, tempat tinggal, warna kulit, dan postur tubuh hanyalah sekedar istilah, atau terjadi begitu saja pada subtansi manusia setalah penciptaan dan penyempurnaan bentuknya. Semua itu datan secara runtut, seperti datangnya 'ardh (sifat) pada jisim (zat). Karena itu, di setiap negeri di sepanjang masa, antara arab dan 'ajam, muslim dan nasrani, mukmin dan kafir, barat dan Timur hendaknya saling berlaku baik. Kalau boleh kukatakan, di atas bumi ini sudah tidak ada lagi seseorang yang memegang ujung rantai, sedangkan ujungnya yang lain berada di negeri yang bukan negerinya, agama yang bukan agamanya, dan bangsa yang bukan bangsanya.

Kalau boleh setiap iklim mengingkari iklim yang lain, tentu boleh juga setiap negara mengingkari negara lain. Bahkan, setiap rumah juga boleh memandang sinis rumah yang berdekatan darinya. Lebih dari itu, seorang ayah tentu boleh berkata kepada anaknya, "Enyalah engkau dariku. Jangan umbar matamu memandangi sesuatu yang ada di tanganku. Dan, jangan terlalu berharap aku akan terpengaruh olehmu. Sebab, aku berbeda denganmu. Karena itu, aku akan menjadi musuh yang akan memerangimu." Jika begitu, setiap ikatan akan bercerai-berai. Di antara tulang rusuk setiap manusia akan membawa sengatan kebencian terhadap sesama yang akan mengeruhkan kehidupannya, memperpanjang gangguan tidurnya, meresahkannya, dan lebih menyukai bayang-bayang kematian dari pada hidup. Jika begitu, manusia tak ubahnya orang pertama yang dilanda ketakutan dan kesendirian. Ia tengadahkan wajahnya ke langit dan meraba-rabakan tangannya ke penjuru bumi, tetapi tidak menemukan sesuatu yang bisa menghibur diri dari ketakutan dan membantu menringankan kesedihan.

Asosiasi kemanusiaan adalah yang paling dekat di hati manusia, paling kuat bergelantung di sanubari, dan paling melekat keras dengan jiwa. Sebab, asosiasi itu menitikkan air mata atas penderitaan orang yang tidak dikenalnya, kendati si penderita hanya sebatas tarikh atau legenda. Sebab, ketika menyaksikan orang tenggelam berjuang di tengah air, atau orang terbakar menyala-nyala di tengah kobaran api, jiwanya akan repanggil untuk segera memberikan pertolongan. Ia akan turut berkalang duka jika berada dalam posisi ang lemah, tetapi akan mendengar bencana yang berdegup dan jiwanya melayang, karena ia tahu orang-orang yang tertimpa bencana adalah saudara-saudaranya juga sesama manusia, meskipun tidak ada ikatan antara mereka selain itu. Kalau bukan karena tabir kejahilan dan fanatisme yang saban hari menutupi kebangsaan dan keagamaan pada hati orang-orang yang lemah, pastilah di kehidupan ini tidak akan ada yang berkalang duka tanpa seorang pun mendekatinya, juga orang lemah yang tidak seorang pun menolongnya.

No comments

Powered by Blogger.