Nasihat Kebahagian
Kebahagian seperti bejana yang terbuat dari kristal mahal. hancur menjadi ratusan potongan kecil dan berserakan di mana-mana. Tidak seorang pun bisa mengumpulkan semuanya. Adakalahnya seseorang hanya menemukan satu potong dalam bentuk kecantikan, orang lain menemukan porongan yang berbeda dalam bentuk kekayaan, sedangkan orang ketiga menemukan potongan dalam bentuk kesehatan, cinta, kekuasaan, dan sebagainya.
Orang yang bijaksana adalah yang dalam perjalanan hidupnya berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin potongan-potongan yang berserakan itu. Pun berusaha mengolaborasikan dan memanfaatkannya (kekayaan, kesehatan, harta, dan sebagainya). Sebab, tidaklah mungkin satu orang bisa mendapatkan seluruh anasir kebahagiaan yang berserakan.
Karakter Orang Bahagia
Orang yang benar-benar bahagia adalah yang tidak tunduk pada keinginan orang lain. Yang menjadi senjata adalah pikirannya yang bebas dan mulia. Kemahirannya yang luar biasa hanyalah hakikat sederhana; tidak mengontrol emosinya, tidak terikat keinginan terhadap harta dan ketenaran, dan tidak pula dengki pada orang-orang yang mendapatkan kemasyhuran, baik dengan cara baik maupun yang nista.
Orang yang benar-benar bahagia adalah yang tunduk pada prinsip-prinsip menghancurkan yang mengkritiknya. Orang semacam ini tidaklah khawatir jika tidak mendapatkan kekuasaan dan jabatan, dan tidak pula takut kehilangannya. Dia adalah tuan yang kaya hati, meskipun bukan pemilik harta dan kekayaan.
Nasihat Kebahagian
Kebahagian bukunlah perasaan yang bisa didapatkan dari sekitar. Dalam arti kata, dari luar saja. Kebahagian merupakan kondisi internal yang bersumber dari kedalaman dirinya, dari pikirannya. Maka, berusahalah untuk mengarahkan pikiran, imajinasi, dan perhatianmu terhadap kebaikan dan keindahan.
Jangan pernah berusaha mengubah dunia agar menyesuaikan dengan kondisimu, tetapi ubahlah pikiran dan aktivitasmu agar sesuai dengan alam sekitarmu.
Pikiran itu seperti tubuh; membutuhkan makanan. Berapapun usiamu, berusahalah untuk tetap membaca sesuatu yang bisa meneguhkan kepercayaan dirimu, meluaskan pengetahuanmu tentang kehidupan, dan mengarahkanmu pada kebaikan.
Berilah salah pada orang lain, berbicaralah dengan kata-kata yang baik, dan berhentilah mengkritik orang lain. Perbaiki penampilanmu, atur kehidupanmu sehari-hari, dan luangkan waktu untuk bersama dan bahu-membahu membatu orang lain.
Luangkan waktu barang sesaat untuk dirimu menyadari dalam ketenangan. Biarkan dirimu rileks dan beristirahat dari hiruk pikuk kehidupan. Isi kembali 'bateraimu' untuk memulai kegiatanmu dengan kamauan dan semangat.
Jangan kikir pada dirimu sendiri terhadap hal-hal menyenangkan yang bisa didapat dengan leluasa. Bersenang-senanglah bersama keluarga dan teman-temanmu untuk menyegarkan diri dan meringankan beban kehidupan.
Sekedar berpikir balas dendam, dengki, dan benci saja sudah melelahkan syaraf, membuang-buang waktu dan tenaga, dan menambah kecemasan dan kekhawatiran. Berlapang dadalah, maafkanlah, akurkanlah permusuhan, niscaya engkau akan merasakan ketenangan bati.

Post a Comment