Header Ads

Bagaimana Rasulullah Mengalahkan Ancaman dalam Berdakwah

Bagaimana Rasulullah Mengalahkan Ancaman dalam Berdakwah

Rasulullah saw. menghadapi berbagai macam ancam dari pihak kafir Quraisy sebagai Sebagai konsekuensi dari risalah Dakwah yang beliau serukan. Namun keimanan dan kekuatan semangat beliau berhasil mengalahkan seluruh ancaman yang ada. Inilah yang harus kita pelajari Bagaimana Rasulullah menghadapi ancaman yang dialami dalam menjalankan dakwah, namun beliau tetap merasakan ketenangan di tengah berbagai macam ancam yang menghadang.
Dalam sebuah peristiwa pada masa Jahiliyah. Manbat al-Azadi berkata, "Saya melihat Rasulullah saw. Menyeru kepada manusia untuk menegakkan Tauhid. Namun diantara mereka ada yang meludah dan melemparinya dengan tanah, bahkan ada juga diantara mereka yang memaki beliau hingga siang hari. Seorang wanita lalu mendatanginya sambil membawa bejanah berisi air. Beliau membasuh wajah dan kedua tanggannya dengan air itu, kemudian berkata, 'Wahai anakku, engkau tidak perlu khawatir atas gangguan dan celaan ini terhadap ayahmu".
Dalam kisah lain Ibnul Ash menceritakan suatu peristiwa yang kejahatan yang dilakukan oleh kaum Quraisy kepada Rasulullah. Ibnul Ash berkata; "Ketika Rasulullah sedang shalt di Hijir Ka'abh, Ukbah Bin Abi Muit tiba-tiba mendatanginya dan melilitkan kainnya di leher beliau, sehingga beliau tercekik. Abu Bakar ra. kemudian datang dan segera memegang bahu Ukbah dan menjauhkannya dari Rasulullah saw. Abu Bakar membacakan firman Allah, 'Apakah engkau hendak membunuh seseorang yang mengatakan Allah adalah Tuhanku? Padahal, telah datang kepada kalian petunjuk yang sangat jelas dari Tuhan kalian?' " (QS. Al-Maa'idah: 28).

Abdullah Bin Amr Ibnul Ash ra. berkata, "Betapa banyak perlakuan buruk yang dilakukan oleh kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW. sebagai bentuk permusuhan mereka terhadap beliau. Ketika itu, saya menyaksikan mereka sedang berkumpul dengan para pembesar mereka di Hijir Ka'bah. Mereka berkata, 'Kita tidak pernah sesabar ini kepada Muhammad. Dia merendahkan mimpi-mimpi kita, mencelah nenek moyang dan agama kita, mencerai-beraikan persatuan kita, serta memaki tuhan kita. Sungguh, kita telah sangat bersabar dari segala perbuatannya."
Tidak lama kemudian Rasulullah saw. datang dan berjalan menuju Rukun hingga sejajar dengannya. Kemudian beliau mulai thawaf. Ketika berlalu di hadapan mereka, segera megarahkan telunjuknya kepada Rasulullah disertai dengan cemoohan, namun beliau tetap thawaf. Ketika Rasulullah melewati mereka untuk kedua kalinya, mereka pun melakukan hal yang sama yang dapat saya ketahui melalui wajah beliau. Ketika ketiga lainya beliau berlalu di hadapn mereka, mereka pun melakukan hal yang sama padanya. Beliau kemudian bersabda, "Dengarkanlah oleh kalian, wahai kaum Quraisy! Demi Allah yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya! Sungguh, aku datang kepada kalian yantuk menyembelih." Kaum itu pun terperanjat dengan ucapan beliau, sehingga tidak seorang pun yang telihat di antara mereka, kecuali seperti ada seekor burung yang bertenger di atas kepada mereka. Orang yang paling buruk ucapanya kepada beliau, mengucapkan kalimat yang paling baik. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan, 'Pergilah, wahai Abul Qasim! pergilah bersama dengan petunjuk yang engkau bawa! Demi Allah ! Aku bukanlah orang bodoh! Dan Rasulullah saw. kemudian pergi. (HR. Ahmad)

Apa yang dihadapi oleh Rasulullah saw. tidak melemahkan kekuatan yang beliau miliki. Bahkan beliau mampu menyusun sebuah kekuatan dari tubuh kaum Muslim, yang membuat mereka mampu memimpin dunia. Itulah umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia.
Dalam berbagai referensi sejarah kehidupan Rasulullah dapat kita saksikan apa yang diperoleh oleh Rasulullah saw. ketika menyebarkan Risalah ini pertama kali. Oleh karena itu, Sepatutnya setiap Muslim mempelajari sirah perjalanan dakwah Rasulullah saw. agar dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang bagaimana keteguhan Rasulullah menghadapi dan mengalahkan berbagai macam Ancaman dalam Berdakwah.

Ketika manusia mengetuk pintu akalmu, atau ketika kebimbangan, kegalauan serta keraguan memenuhi akalmu, tengoklah kembali tujuanmu yang sesungguhnya. Pikirkan kekuatan mutlak yang ada di dalam akalmu, yang memungkinkan bagimu untuk menciptakannya melalui proses berpikir dan berimajinasi. Cara ini akan memberimu kepercayaan diri, kekuatan, dan keberanian.

No comments

Powered by Blogger.