Header Ads

FIKIH SIRAH: PERISTIWA SAAT MENJELANG DETIK-DETIK KELAHIRAN


FIKIH SIRAH: PERISTIWA SAAT MENJELANG DETIK-DETIK KELAHIRAN
Oleh: Gilang al-Qanuni




Sebagaimana yang diungkap Makhzum bin Hani Al-Makhzumi, pada malam kelahiran Nabi SAW, istana Kisra berguncang hingga 14 ruangannya runtuh, api di negeri Persia yang selalu disembah kaum Majusi padam seketika. Padahal, sudah seribu tahun lamanya, api tersebut selalu menyala. Seiring dengan kejadian itu, air danau Sawah surut, lembah Samawah kebanjiran, sejumlah mata air mengering, sehingga membuat Kisra dan rakyatnya bingung dan kelimpungan. Tumbangnya sebagian besar berhala yang terdapat di sekitar Ka'bah. 

Dikabarkan pula, seorang kepercayan Kisra bernama al-Mubidzan bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntun kuda-kuda bagus. Unta-unta tersebut berjalan mengarungi sungai Tigris dan sungai Eufrat lalu menyebar ke sejumlah negerinya. Menurut penafsiran, sebuah peristiwa besar di penjuru Arab akan terjadi. Peristiwa dimaksud tak lain adalah kelahiran Nabi SAW. (Abu Zahrah-Khatamun Nabiyyin).

"Keberadaanku adalah berkat doa Ibrahim & merupakan kabar gembira yang pernah disampaikan Isa. Ibuku melihat dari dirinya mengeluarkan cahaya yang menerangi istana-istana Syam." (H.R. Ahmad). Ibnu Rajab berkata, "Keluarnya cahaya pada saat Muhammad dilahirkan merupakan isyarat bahwa kelak terdapat cahaya yang dengannya penduduk bumi mendapatkan petunjuk & gelapnya kemusyirikan akan sirna. 

Peristiwa di atas menjadi petunjuk bahwa sang anak yang baru lahir itu akan menghalau para penyembah berhala, akan menghancurkan kekuasaan Persia, dan mengharamkan pengkultusan terhadap sesuatu yang tidak Allah benarkan. (Badiuzzaman Said Nursi-Kumpulan Mukjizat Nabi Muhammad Saw). 

Aminah berulang-ulang menyatakan bahwa ada tanda-tanda unik yang menyertai kehamilannya, yang diikuti oleh proses persalinan yang sangat mudah. (Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad- Tariq Ramadan).

Nama Muhammad, yang kala itu kurang populer di semenanjung Arab, berasal dari mimpi ibunya ketika ia masih mengandung. Konon mimpi itu juga telah memberitahukannya tentang kelahiran pemimpin umat ini. (al Sirah al Nabawiyah-Ibnu Hisyam).

Muhammad Rasulullah Saw. adalah putra Abdullah putra Abdul Muthalib (nama aslinya Syaibah al-Hamd) putra  Qushaiy (nama aslinya zaid) putra Kilab putra Murrah putra Ka'ab putra Lu'aiy putra Ghalib putra Fihr putra Malik putra an-Nadhr putra Kinanah putra Khuzaimah putra Mudrikah putra Ilyas putra Mudhar putra Nazar putra Mu'id putra Adnan. 

Itulah batas garis keturunan Rasulullah Saw. yang telah disepakati. Susunan garis keturunan berikutnya setelah Adnan masih diperselihkan. Namun, telah disepekati bahwa Adnan adalah keturunan Nabiyullah Ismail As putra Ibrahim As sang kekasih Allah Swt. Juga disepakati bahwa Allah Swt telah memilih al-Musthafa dari suku yang bersih, keturunan yang paling suci & utama. Tidak sedikit pun karat jahiliyah terkandung dalam nasabnya. (Fikih sirah-al Buthy).

Beliau dilahirkan sebagai anak yatim. Ayahnya, Abdullah meninggal dunia saat beliau dua bulan dalam kandungan sang ibunda. Lalu dia dimakamkan di Madinah tepat di samping paman-paman beliau dari keturunan Addi bin An-Najjar. Kala itu dia sedang pulang berdagang membawa barang dagangannya ke negeri Syam (pada musim panas), dan kematian menjemput saat dia sampai di kota Madinah. (Sirah Nabawiyah-Ali Muhammad Ash Shallabi).

PETIKAN INSPIRASI:
  • Kehormatan nasab dan kesucian keluarga, membangun jiwa confidence anak dan membuatnya terpandang di tengah masyarakat. (Inspirasi Nabi-Muhammad Elvandi).
  • Keyatiman, pada sisi baiknya membuat perasaan seseorang sensitif, penyayang, tawadhu, juga menguatkan tekad. (Inspirasi Nabi-Muhammad Elvandi).
  • Keyatiman, tentu saja adalah ketahanan & kerendahan hati yang secara alamiah pasti ia miliki sejak masa kanak-kanak. Kondisi ini semakin menguatkan ketika ibunya, Aminah, meninggal saat Muhammad berusia 6 tahun. Keadaan semacam itu tak hanya membuatnya bergantung pada Tuhan, tapi juga membuatnya dekat dengan orang fakir.
  •  Al-Qur'an juga mengingatkan Muhammad bahwa ia tidak boleh melupakan hal tersebut sepanjang hidupnya, terutama selama masa kenabiannya. Sebelumnya, ia seorang anak yatim dan miskin, dan untuk itulah ia diingatkan & diperintahkan agar tidak pernah meninggalkan orang-orang yang terpinggirkan & membutuhkan bantuan. (Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad-Tariq Ramadan).
  • Agar para pembela kebatilan tidak punya celah untuk menyusupkan keragu-keraguan dalam hati manusia. Seandainya Muhammad dilahirkan tidak dalam keadaan yatim, kemudian beliau dididik & diasuh oleh ayahnya, juga oleh kakek & paman-pamannya yang sangat mungkin ada yang berprasangka bahwa Muhammad menikmati keberhasilan dakwahnya, yang beliau serukan sejak usia belia berkat arahan dan bimbingan ayah & kakeknya. (Fikih sirah-al Buthy).
  • Demikianlah kebijaksanaan Allah Swt, menghendaki agar Rasulullah Saw  tumbuh berkembang sebagai anak yatim, & kemudian diasuh dalam pemeliharaan Allah. Beliau tumbuh tanpa orang-orang yang memanjakannya & keberlimpahan harta yang menambah kenyamanan hidupnya. Dengan begitu, jiwanya tidak cenderung pada keagungan harta benda & martabat. Dan agar beliau tidak disilaukan oleh jabatan, kedudukan sosial & ketokohan di tengah masyarakat. Jadi, kenabiannya tidak dicampuri hasrat duniawi & popularitas. 
  • Tujuan lainnya adalah agar manusia tidak menuduh beliau berpura-pura menjadi Nabi, padahal mengincar kenikmatan dunia. (Fikih sirah-al Buthy). []

No comments

Powered by Blogger.