Header Ads

FRIKSI POLITIK PARA SAHABAT #2



FRIKSI POLITIK PARA SAHABAT #2
Oleh: Gilang al-Qanuni




Dalam riwayat shahih disebutkan bahwa Nabi Saw pernah berkata kepada Ali: "Engkau akan memerangi kaum penghianat kaum Khawarij dan kaum pembangkang." (H.R. al-Hakim). 

Jadi, beliau menginformasikan tentang Perang Jamal, Perang Shiffin, dan pemberontakan Khawarij. Lalu Rasul Saw melihat Zubair dan Ali Saling mencintai, beliau berkata kepada Zubair: "Engkau akan memeranginya dalam kondisi zhalim kepadanya." (H.R. al-Hakim, al-Mustadrak 3/413).

Nabi Saw berkata kepada para istrinya yang mulia; "Suatu saat nanti, salah seorang dari kalian akan disalak oleh anjing Haw'ab. Sementara di sisi kanan dan kirinya begitu banyak orang terbunuh." (H.R. Ibnu Hibban, as-Shahih 15/126).

Ternyata 30 tahun kemudian sabda-sabda Nabi tersebut terwujud. Tepat pada Perang Jamal, antara pasukan Ali dan pasukan Aisyah, disertai Thalhah dan Zubair, veteran Perang Badar yang terbunuh. Ia juga terwujud dalam Perang Shiffin antara pasukan Ali dan pasukan Muawiyah. Serta terwujud dalam Perang Harwara' dan Nahrawan antara pasukan Ali dan kaum Khawarij. 

Nabi menginformasikan kepada Ali tentang siapa yang akan membunuhnya. Beliau Saw bersabda: "Wahai Ali, orang yang akan menebasmu di atas ini sehingga bagian ini basah olehnya." (H.R. an-Nasai, as-Sunan 5/153).

Yakni, janggutnya basah oleh darah kepalanya. Dalam hal ini Ali mengetahui orangnya yaitu Abdurrahman bin Muljam seorang Khawarij.

Ketika Nabi SAW sedang berkotbah, tiba-tiba Hasan datang, maka beliau bersabda: "Cucuku ini adalah seorang pemimpin dan semoga Allah akan mendamaikan dua kelompok yang bertikai dari kaum Muslimin lewat tangannya."

Apa yang diprediksi Nabi Saw benar, Hasan membuat rekonsiliasi damai bersama Muawiyah bin Abi Sufyan dengan menyerahkan takhta kekhalifahan pada tahun 40 H. Di mana kemudian umat sepakat sepenuhnya berbai'at kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Pada saat yang dalam sejarah dikenal sebagai tahun rekonsiliasi. Sejak saat itu keadaan umat Islam menjadi terkendali, tenang, dan kondusif. Tak ada lagi pertumpahan darah- walau setetes - baik dari kalangan ahlul bait maupun sahabat secara keseluruhan.

Dalam riwayat shahih yang berasal dari Ummu Salamah dan yang lain, Nabi Saw bersabda: "Husein akan terbunuh di Thaf (Karbala)." (H.R. al-Hakim, al-Mustadrak 3/197).  Lima puluh tahun kemudian peristiwa menyedihkan itu pun terjadi, sehingga membenarkan informasi yang beliau sampaikan.

Selain itu Nabi Saw sering menyatakan:
"Keluargaku akan mengalami pembunuhan dan pengusiran dari umatku." Apa yang beliau sampaikan benar adanya.

Menurut hemat penulis, mungkin inilah hikmah ilahi, kenapa Rasulullah Saw tidak mempunyai putra yang hidup sampai dewasa. Sebelumnya, Rasulullah Saw mempunyai tiga orang putra yaitu; Qasim, Abdullah, dan Ibrahim. Tetapi semuanya meninggal dunia ketika masih kecil. Wallahu a'lam- kemungkinan karena faktor politik -sehingga keturunan Rasulullah Saw hanya dari jalur Fatimah ra. Itu pun harus dihantam badai fitnah, dan pembunuhan dikalangan ahlul bait. Lantas, bagaimana jika ternyata semua putra Rasulullah Saw ditakdirkan hidup sampai berumur dewasa? 

"Kekuasaan dunia tidak cocok untuk ahlul bait. Sebab bisa membuat mereka lupa kepada tugas utamanya yaitu; menjaga agama dan dan berkhidmat untuk Islam," tutur Badiuzzaman Said Nursi. []







Referensi :
Badiuzzaman Said Nursi. 2019. Kumpulan Mukjizat Nabi Muhammad Saw. Cet. II. Banten: Risalah Nur Press.

Dr. Nizar Abazhah. 2017. Bilik-Bilik Cinta Muhammad: Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Rasul. Cet. II. Jakarta: Penerbit Serambi.

Ibnu Katsir. 2017. Huru Hara Hari Kiamat. Cet. 18. Jakarta Timur: Penerbit Pustaka al-Kautsar.

No comments

Powered by Blogger.